DUA BERITA DI KOTA
Pagi ini aku mesti cepat-cepat datang kealun-alun kota. Kabarnya, disana Bupati akan hadir menyambut kesebelasan sepakbola remaja kota yang katanya menjuarai peringkat 1 pada olimpiade sepakbola se- Jawa Barat yang diadakan di kota Bandung. Karena profesiku sebagai wartawan tentu tak boleh ketinggalan, apalagi sampai menyia-nyiakan berita bagus ini. Sebab, dengan tulisanku ini aku bisa dapatkan uang.
Sekitar pukul Sembilan pagi aku telah tiba disana. Rupanya belum terlambat walau alun-alun kota telah ramai, sebab “Sang Jagoan” belum datang. Mereka yang hadir hampir meliputi semua elemen masyarakat. Mulai dari rakyat biasa, RT, RW, perangkat desa, camat beserta anggotanya, Bupati dan para kaki tangannya, guru-guru dari berbagai sekolah Kota hingga bapak Gubernur pun ada. Semua berdiri berjejer disisi kanan-kiri jalan, berjubel, seperti rakyat hendak menyambut kedatangan sang raja dari Istana. Suara riuh membahana, membumbung angkasa. Mereka kebanyakan berkomentgar ini-itu, membanggakan jagoan tim sepak bolanya yang meraih juara.
“Hebat
ya, kesebelasan sepak bola Remaja Kota. Apalagi Heri, si Penyerang yang di sebut Dewa Lapangan, sampai paling banyak
mencetak gol. Musuh selalu tak berkutik dengan serangannya. Dia itu tinggal di kelurahanku. Dan aku yang banyak mendukung bakatnya itu...” PakSimin,
lurah Kota berkomentar dihadapan sahabat-sahabatnya yang juga seprofesi dan memiliki jabatan sama. Sementara
lurahlainnya mengangguk-anggukkan kepala, menaruh kagum pada Simin, sahabatnya
yang sukses menelurkan bibit unggul dan
berprestasidi kelurahannya.
Tak
berapa lama arak-arakan datang, mengiring bis biru yang didalamnya remaja-remaja
kesebelasan sepak bola Remaja Kota. Sirine dari motor dan mobil polisi
menderu-deru dibagian depan arak-arakan, mampu mencuri perhatian semua yang
hadir. Polantas dan Satpol PP berteriak-teriak menertibkan mereka yang terus
mendesak maju ingin melihat sedekat-dekatnya. Saat Bis biru itu berhenti diantara jejeran mobil yang diparkir di lapangan alun-alun suasana makin riuh dan gaduh. Orang-orang berebut ingin mengerumuninya, sangat berharap bisa foto bersama "Sang Jagoan". Tak lama pintu bis terbuka.
Semua mata tertuju padanya. disambut dengan ucapan selamat dan jepretan kamera. Apalagi reporter dan para wartawan –termasuk aku
–berdesak-desakan ingin maju ke depan. Bagaimanapun caranya. Lalu, satu-satu
kesebelasan sepak bola Remaja Kota keluar. Kami, aku dan beberapa para reporter dan wartawan semakin
memaksa maju, menantang satuan keamanan, demi mewawancarai dan mengambil
gambar. Dikejauhan, depan pengeras
suara terdengar nyaring:
“Selamat
datang kesebelasan sepak bola Remaja Kota…”
Disampingku
seorang bapak-bapak berkata setengah teriak sambil menunjuk:
“Mereka
itu kebanyakan dari SMA 99 Kota, murid saya…”
Adalagi
terdengar suara:
“Tuh,
si Arman dan Yasin. Masih saudara denganku…”
“…Aku
ini ketua RT dikampungnya. makanya aku memaksanak datang kesini, ikut
menyambut…” Kata lainnya.
Mereka
terperangah. Terkagum-kagum. Saling berbangga diri.
Kesebelasan
itu berjalan, dan langsung dipapah para pembesar-pembesar serta orang-orang
penting daerah. Karangan bungapun satu-satu mendapatkannya, dikalungkan
dileher-leher mereka. Pemerintah bagian olahraga dalampidatonya menyatakan:
“Selamat
dan sukses serta kami mengucapkan
terimakasih banyak atas prestasi gemilang kalian sehingga Kota makin
terpandang…”
Lain
lagi sambutan bagian pendidikan.
“…Kesebelasan
sepak bola Remaja Kota yang meraih juara
1 pada olimpiade kali ini adalah contoh untuk kesebelasan lainnya,agar bisa
meningkatkan lagi dalam latihannya. Itu berarti kurikulum yang diterapkan,
khususnya pengajaran materi tentang olahraga sepak bola sukses…”
Bapak
Bupati Kota begini sambutannya:
“Kami
merasa bangga bahwa salah satu kesebelasan sepakbola kita mampu meraih
prestasi, dantentunya bisamengangkat namabaik Kota…”
Terakhir
kali bapak Gubernur ikut angkat bicara:
“Selamat
dan sukses atas prestasi yang diperoleh kesebelasan sepak bola Remaja Kota,
semoga ditahun depan bisa mempertahankan juara satu ini dan daerah Kota bisa
lebih berprestasi lagi…”
Betapa
berbunga-bunga kesebelasan sepak bola Remaja Kota yang mendapat banyak
sanjungan dari tokoh-tokoh penting pemerintahan daerah maupun lainnya dari
berbagai kalangan. Ia sangat diistimewakan, seperti sekelompok pasukan yang
telah memenangkan peperangan, membawa nama baik kerajaan. Sampai-sampai semua
orang berebutan ingin menyambut kedatangannya mereka. Jelas-jelas mereka berada
diatas angin.
Jam
dua siang acara usai. Mereka masih dibuai serta dimanjakan oleh banyak orang.
Masih dengan bis biru, bis pariwisata AC
mereka diarak pulang,sambil lebih dulu keliling Kota. Akupun pulang
dengan berkendara sepeda motorku karena alun-alun Kota berangsur-angsur sepi.
Ditengah jalan aku menyaksikan bis biru berikut yang mengiringnya berhenti. Ada
apa kiranya? Apa banyak fans-nya yang menghadangf jalan? Tanpa piker panjang,
aku dekati saja. Siapa tahu ada berita baru yang menarik untuk ku liput.
Tiba
disana aku terkejut. Rupanya, yang sampai membuat macet jalan sehingga mereka
tak bisa lewat adalah aksi tawuran antar remaja SMA Kota. Itulah yang
menghambat jalan bis biru dan yang mengiringinya.
Ini
berita bagus! Aku membatin.
Tanpa ba-bi-bu, segeraku taruh sepeda motorku,
kutitipkan pada salah seorang kakek-kakek yang berdiri didepan sekolah SD.lekas
aku berlari ke tempat kejadianperkara.
Sampai disana
tawuran antar remaja SMA masih berlangsung sengit. Batu beterbangan
kemana-mana, seperti hujan. Beberapa diantara pelajar sampai berdarah kena lemparan batu dan
pukulan. Rusuh. Namun, anehnya, belum juga ada yang melerai mereka hingga aksi
rusuh ini semakin parah, memperburuk keadaan, sampai menimbulkan benyak kerugian
baik fisik maupun materi. Padahal banyak aparat pemerintahan yang menyaksikan
dengan mata mereka sendiri. Mereka malah diam dan sebagian saling menyuruh dan melempar tugas.
"Itu sekolah mana dengan sekolah mana? memalukan sekali..." kata salah seorang diantara kerumunan. Entah siapa.
"Iya ya. sangay yidak mencerminkan pelajar...
Remaja yang tawuran dan kesebelasan sepak bola Remaja Kota bukankah sama-sama anak SMA, tinggal di salah satu kelurahan di Kota? Jika barusan aparat pemerintahan berebutan dan merasa perlu menyambut “sang jagoan” yang berprestasi, lalu siapakah yang pantas menyambut dan melerai mereka yang tengah bertarung antar SMA?
"Itu sekolah mana dengan sekolah mana? memalukan sekali..." kata salah seorang diantara kerumunan. Entah siapa.
"Iya ya. sangay yidak mencerminkan pelajar...
Remaja yang tawuran dan kesebelasan sepak bola Remaja Kota bukankah sama-sama anak SMA, tinggal di salah satu kelurahan di Kota? Jika barusan aparat pemerintahan berebutan dan merasa perlu menyambut “sang jagoan” yang berprestasi, lalu siapakah yang pantas menyambut dan melerai mereka yang tengah bertarung antar SMA?
Hari ini aku
mendapat dua berita di Kota. Berita yang sama latar belakangnya namun berbeda
keadaannya.
Jl. Nurul Iman no.1 ds.waru jaya Rt.01/01 kec.parung Bogor

Tidak ada komentar:
Posting Komentar