Rabu, 29 Februari 2012

MENITI HARI DEPAN

Segalanya telah berubah begitu cepat
Perhatikanlah itu!
Dulu, kehidupanku adalah bagian dari kehidupan anak jalanan. Bebas tanpa aturan. Lepas bagai burung yang terbang sesuka hati. Dan hanya mendambakan kesenangan, tanp[a peduli akan hari depan. Yah, seperti itulah gambaran dunia remajaku.
Setahun berselang, tiba-tiba aku berada di tempat yang amat berbeda dari yang ku sangka. Bahkan, sangat bertolak belakang dari harapanku dulu. Aku dipenjara. Tak leluasa. Dan menjalani kehidupan dengan berbagai aturan yang seolah terus mengekang egoku. Jujur, aku tak tahan! Ingin cepat-cepat keluar.
Namun, usai perernungan panjangku, ternyata ini bukan penjara biasa. Ini penjara suci! Sebab, aku yang keras hati tiba-tiba menangis ketika bersama kawan-kawanku menyebut asma-Nya berkali-kali dengan lantang:
“La ilaha illallah!”read more here

Seketika hatiku luluh. Dan aku mengerti bahwa tujuan hidupku bukan untuk hari ini. Sebab, ada yang abadi di hari depan. Akupun mulai memahami bahwa aturan-aturan yang telah dibuat adalah semata-mata untuk mencegah dan menjagaku dari ketersesatan.
Itu semua telah menyadarkanku bahwa segalanya yang ku impikan tak semudah membalikkan telapak tangan untuk mendapatkannya. Namun butuh waktu dan perjuangan panjang. Sehingga, sampai detik ini aku masih bertahan dan berjuang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar